Bermain

Jelajah Malang

Wednesday, 30 November 2016

Jika ingin paket wisata komplit, pegunungan sekaligus pantai, desa wisata sekaligus taman bermain modern, singgahlah ke Kabupaten Malang, Jawa Timur. Sebab di tempat ini, ternyata tak hanya Bromo dan Jatim Park saja yang bisa dinikmati. Penasaran?

SEBAGIAN besar Kabupaten Malang memang dikenal dengan wilayah pegunungannya. Namun jika ingin menikmati pantai, bukan berarti mereka tak punya. Cobalah bergerak menuju Malang Selatan dengan waktu tempuh sekitar dua hingga tiga jam dari pusat kota. Disana akan ada deretan pantai-pantai indah.

img-20161116-wa0035

Pantai Bale Kambang

Bale Kambang berbentuk bentangan pantai luas, sejauh mata memandang lautan lepas hingga garis pertemuan dengan cakrawala. Namun, di salah satu sisi pantai terdapat pura yang berdiri megah di atas karang, mirip dengan Tanah Lot, Bali. Bale Kambang menjadi tempat wisata yang digemari wisatawan lokal dan religi. Pantainya luas, hingga kerap menjadi lahan bermain, olahraga, serta latihan seni dan budaya.

Batu Bengkung

Batu Bengkung memiliki pemandangan cantik. Salah satu sisi pantai dikelilingi bebatuan dengan celah besar lautan lepas. Saat air surut, sebagian dasar di tepian tampak biru kehijauan. Batu Bengkung terletak di Desa Gajah Rejo. Biasanya wisatawan datang untuk menikmati suasana, kedahsyatan ombak, dan keindahan matahari terbenam.

Pantai Ngliyep

Terletak di Desa Kedungsalam, sekitar 1,5 jam perjalanan dari pusat keramaian Kabupaten dan Kota Malang. Pantai itu menyodorkan pemandangan lautan lepas, dilengkapi dengan fasilitas penginapan. Masuk lebih ke dalam berdiri pura di salah satu batu karang yang dihubungkan dengan jembatan. Ngliyep kerap dijadikan tempat bersembahyang umat Hindu dan aliran kepercayaan.

img-20161116-wa0016

 

DESA WISATA

Kabupaten Malang juga kaya akan desa wisata dengan karakteristik dan keunggulan masing-masing. Berinteraksi dengan penduduk lokal, hidup di tengah Suku Tengger, belajar kesenian, ikut bercocok tanam, menikmati udara segar, sungguh akan melepas penat dari kesibukan sehari-hari.

Ngadas

Ingin merasakan hidup berdampingan dengan masyarakat asli Suku Tengger? Datanglah ke Desa Ngadas, sekitar 2,5 jam perjalanan dari pusat kota Kabupaten Malang. Suasananya menyenangkan, tenang, udara dingin dan pada saat tertentu diselimuti kabut. Maklum, Ngadas terletak di ketinggian 2.150 meter di atas permukaan laut.

Saat menginap di desa itu, jangan lupa mengunjungi Jemplang, sekitar 30 menit perjalanan untuk menyaksikan salah satu sisi Gunung Bromo. Sepanjang perjalanan, mata akan dimanjakan perkebunan sayur di tanah berkontur, dan sesekali berpapasan dengan masyarakat Tengger yang menuntun kuda dengan pakaian khas pegunungan.

img-20161116-wa0034

Boon Pring

Ini salah satu tempat yang mesti dikunjungi. Datanglah di pagi hari, ketika lokasi belum terlalu ramai, dan sinar matahari masih malu-malu menerobos rimbun bambu dan pepohonan lain. Boon Pring terletak di Desa Sanankerto, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Sejak turun-temurun, penduduk mengandalkan kekayaan hutan bambu yang luasnya mencapai 36,8 hektare. Masyarakt desa itu memiliki kearifan lokal sendiri tentang pembagian bambu dan di usia berapa boleh ditebang. Kini masyarakat Boon Pring tengah mengembangkan desa wisata. Membangun homestay dan merintis beragam kegiatan.

Pujon Kidul

Desa Pujon Kidul menawarkan udara segar, hamparan perkebunan, dan suasana tenang yang menyenangkan. Di salah satu pendopo tempat peristirahatan, terpampang kebun sayur dan taman bunga yang sebagian dibentuk tanda hati. Bisa duduk di saung bambu, memandang keasrian, sungguh akan memunculkan perasaan senang.

Datanglah saat diadakan upacara bersih desa. Saat itu, kondisi kampung menjadi meriah. Penduduk melakukan banyak kegiatan, mementaskan seni budaya, karnaval, dan di malam hari, listrik di satu ruas jalan dimatikan, diganti dengan deretan obor. Di situ didirikan warung-warung yang menjual makanan tradisional, dan asyiknya lagi, semua penjual menggunakan pakaian khas Jawa Timuran.

Bendosari

Desa Bendosari salah satu desa wisata yang menawarkan banyak kegiatan. Mulai dari bertani, mendatangi peternakan dan biogas, tracking, berkemah, dan tentu menginap di rumah penduduk, berinteraksi langsung, serta ikut merasakan kuliner khas daerah tersebut. Penduduknya ramah, desanya tenang, dan kawasan perkemahannya pun menyenangkan. Masyarakat Bendosari sampai sekarang masih setia menjalankan tradisi, termasuk upacara bersih desa yang menyodorkan kearifan lokal dan beragam ritual serta acara menarik.

LATEST TOP NEWS