check it now

Mengenal Lebih Jauh Suntik Vitamin C dan Risikonya

Pahami prosedur, manfaat, dan risiko suntik vitamin C yang disebut-sebut bisa membuat kulit lebih glowing.

Memiliki kulit cantik dan sehat merupakan dambaan bagi setiap wanita. Salah satunya dengan metode suntik vitamin C yang belakangan banyak dilakukan kaum wanita di Indonesia.

Aulia, 37 tahun mengaku rutin melakukan suntik Vitamin C. Ia merasakan langsung dua manfaat, yakni badan lebih bugar serta kulit menjadi lebih putih dan halus. “Saya pribadi selama ini merasa tidak ada masalah. Tapi ada teman saya yang tidak disarankan karena memiliki alergi,” katanya.

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan suntik vitamin C?

Dokter Fitri Aulia Ananda dari Klinik Erin’s Beauty Srondol Banyumanik Semarang, menjelaskan bahwa suntik vitamin C merupakan salah satu  metode perawatan kulit yang dilakukan dengan cara memasukan cairan vitamin C ke dalam tubuh melalui dua cara, yaitu melalui otot (intramuskular) dan melalui pembulu darah (intravena).

Dosis rata-rata vitamin C yang diberikan kepada orang dewasa adalah 70 -150 mg. Namun bagi mereka yang kekurangan vitamin C disarankan menggunakan dosis kebutuhan harian, yaitu 300mg – 1g.

Vitamin C menurut Dokter Fitria dibutuhkan tubuh untuk membantu meregenerasi sel-sel yang rusak akibat paparan radikal bebas.

Lalu apa kegunaannya untuk kulit?

Vitamin C bisa membantu mengurangi hiperpigmentasi dan pembentukan kolagen. Berbagai penelitian sudah membuktikan bahwa vitamin C merupakan sumber antioksidan yang baik untuk kulit.

Kolagen adalah protein dalam tubuh yang memberikan kekuatan dan struktur tubuh. Kolagen membentuk sepertiga protein pada tubuh manusia. Berfungsi sebagai salah satu zat pembangun tulang, kulit, tendon dan ligamen.

Kekurangan vitamin C dapat berdampak kepada struktur kolagen. Itu sebabnya, penting memperhatikan asupan vitamin C.

Pertanyaan selanjutnya, apa perbedaan antara suntik vitamin C dengan mengkonsumsi vitamin C secara langsung?

Dokter Fitri menjelaskan, perbedaan utama terletak pada respon tubuh.

“Ketika menyuntikkan sesuatu ke dalam tubuh, berarti zat tersebut langsung beredar mengikuti aliran darah. Sedangkan ketika mengkonsumsi vitamin C, zat harus melalui tahapan pencernaan, mulai dari mulut hingga usus, baru diserap masuk ke dalam darah. Tidak terdapat perbedaan kegunaan secara general baik disuntikkan maupun dikonsumsi karena bentuknya tetap vitamin C,” jelas Dokter Fitria.

Foto: Freepik

Prosedur Suntik

Lebih jauh, Dokter Fitria menjelaskan bahwa dalam prosedurnya, suntik vitamin C dilakukan sama seperti tindakan kedokteran lainnya.

Pertama dilakukan anamnesis atau wawancara dengan pasien terhadap keluhan, pemeriksaan fisik, kemudian dilakukan inform consent dengan tanda tangan persetujuan antara dokter dan pasien.

Setelah itu barulah bisa dilakukan penyuntikan melalui vena. Apakah selesai? Belum. Dokter akan melakukan observasi jika terjadi reaksi, terutama bagi yang baru pertama kali melakukan suntik vitamin C.

“Jadi ada prosedur yang harus dilalui. Seseorang yang hendak mendapatkan injeksi harus melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik. Menurut teori, orang dengan gangguan ginjal, diabetes melitus juga alergi, tidak dapat melakukan injeksi vitamin C,” tuturnya.

Risiko

Dokter Fitria Aulia kemudian menyebutkan bahwa selain kaya akan manfaat, penggunaan suntik vitamin C juga memiliki beberapa risiko bagi tubuh.

Reaksi yang dapat ditimbulkan ketika seseorang mendapat mendapatkan dosis berlebih, antara lain yaitu sesak napas, kejang atau yang paling parah penurunan kesadaran.

Vitamin C yang melebihi dosis harian tubuh juga dapat memperberat kerja ginjal, atau dalam level tertentu menyebabkan batu ginjal.

Menurut Dokter Fitria, sejauh ini penggunaan suntik vitamin C untuk kecantikan masih menimbulkan pro dan kontra. Karena dalam beberapa kasus, banyak sekali klinik kecantikan yang menggunakan barang impor tanpa standar BPOM.

Bagaimana dengan biaya? Injeksi vitamin C memiliki biaya beragam sesuai dengan kebijakan klinik masing-masing. Namun umumnya, suntik vitamin C dipatok dengan harga sekitar Rp. 200.000. Adapun hal yang perlu digarisbawahi adalah suntik vitamin C biayanya tidak ditanggung asuransi.

Beberapa sumber menyebutkan, sebaiknya ibu hamil menghindari suntik vitamin C, karena belum diketahui pasti pengaruhnya pada janin. Andai harus melakukan suntik vitamin C, maka sebaiknya di bawah pengawasan ketat dokter.

Let's share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email
Redaksi

Redaksi

Media Sang Buah Hati menawarkan perspektif keluarga modern dalam publikasi free magazine dua bulanan dan website. Setiap tahun, SBH juga menyelenggarakan Pemilihan Model Cover dan SBH Berbakat sebagai wadah ekspresi serta bakat anak-anak.