check it now

Cara Tepat Mengasuh Anak Kembar

Memiliki anak kembar memang terlihat lucu dan menggemaskan. Tapi, jangan sampai salah asuh, agar kelak mereka tumbuh menjadi pribadi yang sehat.
sumber: freepik

Tak bisa dipungkiri, kehadiran anak kembar memang kerap mencuri perhatian. Terlebih jika mereka didandani serupa. Mulai dari potongan rambutnya, pakaiannya, sepatunya, hingga aksesoris lainnya.

Namun, apakah bisa dibenarkan kebiasaan mendandani si kembar dengan pakaian dan gaya serupa?

Direktur Lembaga Konsultasi Psikologi Daya Insani, Sani Budiantini Hermawan Psi, mengatakan bahwa memperlakukan si kembar dengan cara yang sama tidak sepenuhnya  bisa dibenarkan. Sebab jika selalu disamakan, mereka tidak bisa berkembang sebagai pribadi berbeda.

“Meski kembar, mereka adalah dua orang berbeda, punya keunikan dan kebutuhan yang berbeda pula.” katanya.

Bila orangtua terus menerus memperlakukan mereka seperti individu yang sama, bukan tidak mungkin bila fenomena Twins Escalation Syndrome (TES) bisa terjadi.

TES merupakan syndrome yang hanya terjadi pada anak kembar. TES dapat menyebabkan kondisi di mana salah satu anak kembar berusaha untuk mengidentifikasikan dirinya pada tingkah laku saudara kembarnya.

Tidak hanya itu, TES juga dapat mengakibatkan anak kembar kehilangan pribadinya akibat saling mengidentikkan.

Oleh karena itu, sangat disarankan untuk tidak memperlakukan anak kembar seolah-olah sebagai pribadi yang sama.

Meski menyarankan untuk memperlakukan si kembar secara berbeda, namun Sani tetap mengingatkan agar orangtua memberi ruang kebersamaan bagi mereka.

Sebab, ada kalanya mereka butuh waktu untuk berdua. “Harus dimaklumi, anak kembar biasanya memang punya ikatan kuat dan terkadang memiliki cara berkomunikasi sendiri yang tidak dimengerti orangtua.” paparnya.

Pola Asuh Sehat

Kuatnya ikatan emosi antara anak kembar juga dikemukakan Joan A Friedman PhD. Meski demikian, penulis buku Emotionally Healthy Twins  ini tetap menyarankan agar orangtua memperlakukan mereka sebagai individu bukan pasangan.

Saran itu didasarkan pada pengalaman pribadinya sebagai anak kembar dan orangtua anak kembar serta diperkuat dengan berbagai penelitian yang sudah dilakukan.

Memperlakukan si kembar sebagai individu menurut Joan akan membuat mereka lebih bahagia dan sehat secara emosi.

Fakta dan penelitian membuktikan bahwa memberi kesempatan pada anak kembar untuk tumbuh menjadi pribadi masing-masing justru akan mengembangkan keintiman. Itu jauh lebih baik dibanding terus memperlakukan mereka sebagai satu kesatuan, sehingga justru memunculkan kedekatan yang melumpuhkan alias tidak sehat secara emosional.

Kesadaran Orangtua

Dari pengalaman yang didapat sebagai konsultan, Joan kerap kali menjumpai keengganan, keraguan, bahkan kemarahan orangtua, ketika disarankan untuk memperlakukan si kembar sebagai individu berbeda.

Sebagian orangtua merasa gagal jika anak kembarnya terpisahkan, sebagian lagi merasa terancam eksistensi dari sebutan yang sudah disandang, yakni sebagai orangtua anak kembar.

Akibatnya, saat buah hati kembar mereka ingin menjelajah menjadi individu berbeda, kerap kali dihinggapi perasaan bersalah yang bisa berkembang menjadi frustasi dan kemarahan.

Itu sebabnya, orangtua sebaiknya membantu anak kembarnya dengan cara menciptakan ruang pertumbuhan individu. Misalnya, menghabiskan waktu sendirian dengan masing-masing kembar dan tidak selalu memperlakukan serta membelikan sesuatu yang sama untuk mereka.

Cara ini juga akan membantu orangtua untuk menetralkan kekuatan dua anak kembar  yang pada dasarnya memang punya ikatan unik. Ikatan itu akan menjadi kekuatan, sehingga kerap kali orangtua merasa ditinggalkan dan tidak dibutuhkan, bahkan merasa tidak berdaya mengendalikan anak kembarnya. Entah itu dalam penerapan disiplin atau apa pun.

Tips mengasuh anak kembar

sumber: freepik

1. Agar si kembar tumbuh menjadi individu dengan pribadi sehat, orangtua disarankan jangan pernah melakukan perbandingan.

2. Orangtua harus lebih peka dengan tidak selalu menyebut urutan yang sama untuk anak kembarnya.

Misalnya, saat menyebut nama si kembar A dan B, harus diimbangi dengan sebutan B dan A. Sebab hubungan yang unik—seperti kasus kembar—biasanya akan diikuti dengan sensitivitas.

3. Beri kebebasan memilih mainan apa yang hendak mereka lakukan.

Misalkan salah satu ingin bermain balok susun dan satunya lagi ingin bermain jual beli, janganlah dicegah. Biarkan mereka melakukan hal tersebut tanpa pasangan kembarnya.

4. Mengurangi kompetisi di antara mereka dengan tidak mendorong perasaan bersaing di antara mereka.

5. Latih mereka untuk menerapkan sikap individualitas agar satu sama lain tidak saling mengidentikkan diri.

6. Jangan ragu untuk mengikuti keinginan mereka jika ingin dipisah, baik itu sekolah, kamar tidur, minat, hobi, dan sebagainya.

7. Pola pengasuhan lebih diutamakan pada keunikan pribadi masing-masing.

Ingat, setiap individu pada dasarnya memiliki karakteristik yang berbeda, sekalipun kembar.

8. Selalu berusaha untuk mengembangkan minat dan bakat dari masing-masing anak.

Jangan sungkan untuk memberi hukuman apabila salah satu di antara mereka melakukan kesalahan atau memberi penghargaan bila di antara mereka melakukan hal yang terpuji.

Let's share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email
Redaksi

Redaksi

Media Sang Buah Hati menawarkan perspektif keluarga modern dalam publikasi free magazine dua bulanan dan website. Setiap tahun, SBH juga menyelenggarakan Pemilihan Model Cover dan SBH Berbakat sebagai wadah ekspresi serta bakat anak-anak.