Apa kata mereka

SUNAT PADA BAYI, AMANKAH ?

Selain karena faktor kepercayaan maupun tradisi, sunat pada anak laki-laki sangat disarankan, sebab erat kaitannya dengan kesehatan. Yang menjadi pertanyaan : kapan sebaiknya sunat dilakukan?

Seringkali orangtua merasa dilema ketika akan menentukan waktu sunat untuk anaknya. Sebagian berpendapat, sunat sebaiknya dilakukan ketika sang buah hati baru lahir alias masih bayi, sehingga dapat meminimalisir trauma si kecil terhadap rasa sakit yang ditimbulkan. Tapi, tak sedikit pula yang merasa tidak tega menyunat anaknya saat masih bayi, dan memilih melakukannya ketika si kecil sudah masuk usia sekolah dasar.

Lalu, kapan sebenarnya waktu yang paling tepat untuk melakukan sunat pada anak laki-laki? Bila memang harus dilakukan saat bayi, amankah? Jika dari segi agama maupun tradisi sunat tidak diwajibkan, apakah anak lakilaki harus tetap disunat? Untuk menjawab berbagai pertanyaan seputar sunat, simak wawancara Majalah SBH dengan Dr. Catharine M. Sambo, SpA dari MMC Hospital, Jakarta.

  • TBisakah dijelaskan apa yang dimaksud dengan sunat dan manfaatnya untuk anak laki-laki?
  • J

    Sunat atau khitan merupakan proses pengangkatan kulup, atau jaringan yang menutupi kepala penis. Dari segi medis, manfaat sunat pada anak laki-laki lebih besar dari pada risiko yang mungkin ditimbulkan. Dengan catatan, prosedurnya harus dilakukan dengan benar dan oleh tenaga yang terampil. Salah satu manfaat penting dalam tindakan sunat pada anak laki-laki adalah melindunginya dari infeksi.

    Bayi laki-laki yang disunat lebih awal akan memiliki risiko mengalami infeksi saluran kemih pada tahun pertama yang lebih rendah dibandingkan dengan yang tidak disunat. Bahkan secara umum, sebuah penelitian melaporkan bahwa sunat juga menurunkan angka kejadian penularan HIV (Human Immunodeficiency Virus) sebesar 40-60%. Selain itu, kasus infeksi virus herpes simpleks tipe 2 juga dilaporkan lebih rendah 28-34% pada pria yang disunat. Terdapat pula penurunan 30-40% risiko infeksi HPV (Human Papilloma Virus). Manfaat lain dari sunat adalah menjauhkan pelakunya dari risiko kanker penis, infeksi kulit kulup, serta mempermudah pembersihan daerah sekitar kepala penis.

  • TDokter tadi mengatakan bahwa dari segi medis, manfaat sunat pada anak laki-laki lebih besar daripada risiko yang mungkin ditimbulkan. Risiko seperti apa yang dimaksud?
  • J

    Perlu saya tekankan, sunat menjadi lebih berisiko bila dilakukan oleh tenaga yang kurang terampil serta tidak sesuai prosedur. Komplikasi yang mungkin terjadi akibat sunat yang tidak sesuai prosedur adalah perdarahan, infeksi, nyeri hebat, pemotongan kulit kulup yang terlalu pendek atau terlalu panjang, serta terjadinya penyembuhan yang kurang sempurna. Itu sebabnya, segera periksakan anak apabila setelah sunat tampak tanda berikut:

    - Belum buang air kecil seperti biasa, 6-8 jam setelah tindakan sunat
    - Perdarahan tidak berhenti
    - Penis tampak makin memerah dalam 3-5 hari setelah tindakan sunat
    - Tampak cairan kekuningan yang banyak atau berlangsung lebih dari satu minggu

  • TLalu, kapan waktu yang paling tepat untuk melakukan sunat pada anak laki-laki ?
  • J

    Pada dasarnya waktu yang paling tepat untuk melakukan sunat sepenuhnya ada di tangan orangtua. Tapi sebelum membuat keputusan, sebaiknya orangtua berkonsultasi dulu dengan dokter spesialis anak agar bisa mendapatkan informasi yang sesuai dengan kondisi sang buah hati. Apabila berencana anak akan segera disunat setelah lahir, ada baiknya membicarakan rencana ini dengan dokter spesialis kebidanan saat memeriksakan kehamilan.

    Namun demikian, tindakan sunat pada anak memang sebaiknya dilakukan sedini mungkin. Bahkan ketika bayi masih dalam masa neonatal, yaitu dalam bulan pertama kelahirannya. Sebab semakin dini sunat dilakukan, maka trauma akan rasa sakitnya dapat semakin dihindari. Di samping itu, perawatan pasca sunat juga jadi lebih mudah karena bayi yang baru lahir cenderung tidak banyak bergerak alias lebih banyak tidur, sehingga proses pemulihannya juga bisa lebih cepat.

  • TBisakah dijelaskan, perawatan pasca sunat seperti apa yang harus dilakukan pada bayi ?
  • J

    Yang pasti jangan lupa mencuci tangan sebelum dan sesudah merawat luka sunat pada bayi. Umumnya setelah disunat, kepala penis bayi akan tampak kemerahan atau tampak sedikit cairan kekuningan. Hal ini normal dan akan berkurang seiring dengan penyembuhan luka.
    Untuk mencegah terjadinya infeksi, rajin-rajinlah mengganti kain pembalut lukanya.

    Dengan kata lain, setiap kali mengganti popok, periksa dan bersihkan daerah yang tertutup kain pembalut luka, kemudian ganti juga kain balutannya. Agar kain balutan tidak lengket di kulit bayi, gunakan petroleum jelly. Selanjutnya apabila bayi buang air besar dan tampak sisa kotoran dekat bekas luka, basuh dengan air hangat dan sabun khusus bayi yang lembut kemudian keringkan sebelum memasang balutan yang baru.

  • TAda banyak orangtua yang tidak melakukan sunat pada anaknya. Apakah itu berbahaya?
  • J

    Disunat atau tidaknya seorang anak memang sepenuhnya pilihan orangtua. Tapi yang pasti, masalah kebersihan dan radang kulit kulup lebih banyak terjadi pada anak yang tidak disunat. Apabila radang kulit kulup terjadi berulang-ulang atau tidak sembuh sempurna dalam waktu yang lama, ada kemungkinan terjadi pelengketan.

    Untuk itu, pada bayi yang belum disunat, biasakan membasuh dengan air hangat dan sabun yang lembut saat mengganti popoknya. Perhatikan juga saat bayi buang air kecil, apakah alirannya cukup lancar atau tidak. Apabila bayi buang air kecil hanya seperti menetes atau merembes, atau bila bayi tampak kurang nyaman saat berkemih, segera periksakan ke dokter spesialis anak. Dan ketika anak yang belum disunat semakin besar, ajarkan untuk membersihkan daerah kemaluannya dengan menarik kulit kulup dari kepala penis, membasuh kepala penis dan bagian lipatan dalam kulit kulup dengan air hangat dan sabun, keringkan, lalu kembalikan kulit kulup menutupi kepala penis.