Apa kata mereka

Fakta Seputar Campak dan Rubella

“ Campak dapat menyebabkan komplikasi yang serius pada anak, sementara rubella dapat menyebabkan bayi lahir cacat. Apa penyebabnya dan bagaimana cara mencegah kedua penyakit ini? ”

Sebagian besar orangtua pasti sudah pernah mendengar vaksin MR. Itu, vaksin untuk mencegah penyakit measles (campak) dan rubella (campak jerman), yang belakangan gencar digalakkan oleh pemerintah, bahkan diberikan secara cuma-cuma di sekolah.

Kabarnya, kedua penyakit tersebut sangat berbahaya dan masih banyak menjangkiti anak-anak di Indonesia. Lalu, bagaimana cara mencegahnya? Cukupkah hanya dengan vaksin MR? Seperti apa gejalanya serta dampak apa saja yang bisa ditimbulkannya?

Untuk menjawab semua pertanyaan tersebut, simak perbincangan Majalah SBH dengan dr. Herlina, Sp.A dari Ciputra Hospital.

  • TBisakah dijelaskan beda campak dan rubella?
  • J

    Campak dan rubella merupakan dua penyakit menular yang sama-sama disebabkan oleh virus. Keduanya juga mudah menyebar melalui saluran pernapasan, baik lewat bersin maupun batuk. Bila menjangkiti anak-anak, campak dapat menimbulkan komplikasi yang serius. Mulai dari infeksi telinga, diare, bahkan bisa menyebabkan kematian. Sementara rubella biasanya merupakan penyakit ringan pada anak. Tapi bila menjangkiti ibu hamil pada trimester pertama, maka dapat menyebabkan keguguran atau bayi lahir cacat.

  • TBagaimana cara membedakan gejala kedua penyakit ini?
  • J

    Penyakit campak umumnya ditandai demam tinggi dan bercak atau ruam kemerahan pada kulit yang disertai mata merah, batuk dan pilek. Sedangkan gejala penyakit rubella lebih tidak spesifik, bahkan terkadang bisa tanpa gejala. Namun umumnya rubella ditandai dengan demam ringan, pusing, pilek, mata merah dan nyeri pada persendian. Kurang lebih hampir mirip dengan gejala flu.

  • TTadi Anda katakan rubella justru sangat berbahaya bagi ibu hamil karena dapat menimbulkan keguguran atau bahkan bayi lahir cacat. Bagaimana bisa?
  • J

    Virus rubella menyerang secara vertikal dari ibu ke bayi dalam kandungannya melalui plasenta. Itu sebabnya, bila menulari ibu hamil pada trimester pertama atau awal kehamilan, maka dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada saat bayi dilahirkan. Kecacatan itu sendiri dikenal sebagai Sindroma Rubella Kongenital (SRK) yang meliputi kelainan pada jantung dan mata, ketulian dan keterlambatan perkembangan

  • TApabila ibu hamil terserang rubella di trimester pertama, apakah bisa segera diobati agar bayi yang dikandungnya bisa lahir normal?
  • J

    Sebenarnya tidak terdapat pengobatan yang spesifik untuk virus rubella. Tapi tetap saja, kemungkinan bayi lahir normal tetap ada. Kalaupun pada akhirnya bayi lahir cacat, maka ada banyak terapi yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kelainan yang ditimbulkan. Jika terdapat katarak atau penyakit jantung bawaan misalnya, maka bisa dilakukan operasi. Untuk gangguan pendengaran dapat dilakukan implantasi koklea (organ pendengaran di telinga tengah). Sedangkan keterlambatan perkembangan yang sering menyertai SRK dapat diminimalisir dengan berbagai macam terapi, seperti fisioterapi, terapi wicara, okupasi dan lain-lain.

  • TBagaimana cara mencegah campak dan rubella?
  • J

    Campak dan rubella bisa dicegah dengan vaksin MR, yang bisa diberikan ketika anak berusia 9 bulan, 18 bulan, dan dibawah usia 15 tahun atau kelas 1 SD/sederajat.

  • TAnda juga mengatakan bahwa rubella justru berbahaya bagi wanita hamil. Tapi kenapa anak-anak yang diberi vaksin?
  • J

    Sistem kekebalan tubuh anak masih belum sempurna sehingga lebih mudah terserang penyakit seperti campak dan rubella. Dengan memberikan vaksin pada anak-anak, maka diharapkan mata rantai rubella dapat terputus. Karena biasanya dari anak-anak jugalah ibu hamil terkena virus rubella. Atau bila ingin lebih aman, kaum hawa sebenarnya juga bisa mendapatkan vaksin rubella. Tapi itu harus dilakukan sebelum hamil.

  • TBanyak yang mengatakan vaksin MR menyebabkan autisme, benarkah?
  • J

    Sampai dengan saat ini tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan keterkaitan antara vaksin MR dengan autisme. Jadi dengan kata lain, vaksin ini sepenuhnya sangat aman. Kalaupun ada efek samping biasanya hanya bengkak pada area lengan yang jadi lokasi penyuntikan vaksin. Selebihnya hanya demam ringan saja. Itupun jarang sekali terjadi.