Apa kata mereka

BAYI NAIK PESAWAT, AMANKAH?

“Fisik bayi yang terlihat mungil dan rapuh memang menimbulkan banyak kekhawatiran, termasuk saat akan mengajaknya  naik pesawat. Lantas, di usia berapa sebenarnya bayi boleh naik pesawat terbang?”

Bulan Ramadhan sudah di depan mata. Itu artinya tak lama lagi setelah sebulan penuh menunaikan ibadah puasa, akan ada kegiatan yang selalu dirindukan : pulang kampung. Tapi, bagaimana caranya ya bisa pulang kampung bersama si kecil yang masih bayi? Terlebih kampung halaman lumayan jauh sehingga akan lebih efisien apabila dikunjungi dengan menggunakan pesawat terbang. Apakah aman membawa bayi naik pesawat terbang? Di usia berapa sebenarnya bayi boleh naik pesawat? Adakah dampak negatif bagi bayi jika dibawa pergi dengan menggunakan pesawat terbang? Untuk menjawab semua kekhawatiran tersebut, berikut perbincangan Majalah SBH dengan dr. Fatmawaty, spA.

  • TSebenarnya, di usia berapa bayi boleh naik pesawat terbang?
  • J

    Setiap maskapai penerbangan biasanya memiliki peraturan yang berbeda dalam mematok usia minimal bayi naik pesawat. Kebanyakan sih mengijinkan bayi naik pesawat di usia 14 minggu. Tapi itu pun harus disertai dengan surat rekomendasi dokter terlebih dahulu, agar bisa terbukti bahwa bayi memang dalam keadaan siap dan sehat untuk naik pesawat. Khusus untuk bayi prematur, butuh usia yang lebih besar lagi untuk naik pesawat. Sebab bayi prematur memiliki risiko kesehatan yang lebih tinggi.

    Dari segi medis, sebaiknya bayi memang tidak dianjurkan naik pesawat dibawah usia 1 bulan. Idealnya, di usia 3-4 bulan, bayi sudah aman naik pesawat. Tapi itupun hanya dalam jarak pendek saja. Bila ingin melakukan perjalanan panjang, ada baiknya menunggu sampai anak berusia 1 tahun ke atas.

  • THal apa saja yang harus diperhatikan saat akan membawa bayi naik pesawat terbang?
  • J

    Hal pertama yang harus diperhatikan ketika ingin mengajak bayi bepergian naik pesawat adalah merencanakan perjalanan secara matang dan tidak mendadak. Jika ingin mengajak bayi untuk pergi jauh, ada baiknya pilih penerbangan tanpa harus transit terlebih dahulu di suatu tempat. Ingat ya, jangan pilih penerbangan yang terlalu banyak transit, karena akan menambah waktu perjalanan, dan bayi akan merasa lelah sekaligus rewel nantinya. Bila terpaksa harus transit, hindari transit yang terlalu panjang waktunya. Pastikan tidak harus menunggu terlalu lama di bandara. Jika memungkinkan, pilih penerbangan dengan jenis maskapai yang sama, agar koneksi jam penerbangan antara satu pesawat dengan pesawat transit terlihat jelas.

  • TBagaimana dengan tekanan dalam pesawat, apakah bisa mempengaruhi kesehatan bayi?
  • J

    Tekanan udara dalam pesawat memang bisa membuat bayi tidak nyaman. Karena itu ketika ingin bepergian naik pesawat, orangtua juga harus memastikan jika bayinya tidak menderita batuk, pilek, atau infeksi telinga tengah. Terkadang, bayi sehat pun ketika menghadapi tekanan yang tidak stabil bisa merasakan nyeri pada telinga, apalagi jika bayi sedang sakit. Oleh sebab itu, sebelum bepergian, ada baiknya periksakan dulu kesehatan bayi ke dokter. Dan untuk mengurangi tekanan tinggi pada telinga saat naik pesawat, bayi harus diberi ASI secara langsung pada saat pesawat akan lepas landas maupun mendarat. Sementara pada balita, diwajibkan untuk mengunyah permen atau makanan.”

  • TLalu, hal apa saja yang harus dihindari saat akan membawa bayi naik pesawat?
  • J

    Yang pasti, hindari memberi obat tidur kepada bayi bila tidak ada rekomendasi resmi dari dokter. Terkadang karena merasa ingin membuat bayinya nyaman, maka orangtua memberikan obat yang seharusnya tidak dianjurkan untuk dikonsumsi. Hal ini sangat berbahaya dan bisa menimbulkan efek atau hal-hal yang tidak diinginkan. Sebaiknya, konsultasikan dulu dengan dokter anak bila ingin memberikan obat kepada bayi.

  • TBisakah diberikan tips tambahan agar aman dan nyaman saat membawa bayi naik pesawat?
  • J

    Sebelum pergi, persiapkan barang-barang penting bayi, seperti popok, selimut, mainan favorit, baju dan celana ganti, susu serta makanan ringan dalam tas yang mudah dijangkau. Bila perlu, gunakan penutup telinga bayi untuk mengurangi kebisingan saat take-off atau landing. Terakhir, saat pergi, selain bayi, orangtua juga harus dalam keadaan sehat, bersih dan segar. Dengan demikian orangtua, khususnya ibu memiliki energi yang cukup untuk memberi ASI dan menjaga bayi agar tetap tenang di dalam pesawat.